Biografi Soeharto, Bapak Pembangunan

Biografi Soeharto, Bapak Pembangunan

Biografi Soeharto, Bapak Pembangunan

Huxford – Profile serta Biografi Soeharto. Dia diketahui sebaga hanya satu Presiden di Indonesia yang mempunyai waktu jabatan terlama yakni seputar 32 Tahun. Diketahui dengan panggilan “Bapak Pembangunan“. Dia adalah Presiden Ke-2 Indonesia sesudah Soekarno, Soeharto dibawah pemerintahannya sukses mengantar Indonesia jadi negara Swasembada dimana bidang di bagian pertanian sangat berkembang dengan pesatnya lewat Program Rapelitanya. Tersebut profile serta biografi dari Soeharto.

Biodata Soeharto

  • Nama Lengkap : Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto
  • Lahir : Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921
  • Meninggal dunia : Jakarta, 27 Januari 2008
  • Orang-tua : Kertosudiro (ayah), Sukirah (ibu)
  • Istri : Tien Soeharto
  • Anak : Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra, Siti Hutami Endang Adiningsih
  • Agama : Islam

Biografi Soeharto

Tulisan kesempatan ini akan membahas mengenai Biografi serta Profile Soeharto. Bekas Presiden Ke-2 Indonesia dan bapak pembangunan ini dilahirkan di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Ibunya bernama Sukirah serta ayah beliau yang disebut seseorang pembantu lurah dalam bagian pengairan sawah serta sekaligus juga seseorang petani yang bernama Kertosudiro.

Waktu Kecil Soeharto

Saat berusia delapan tahun Soeharto mulai bersekolah tapi dia seringkali berpindah-pindah sekolah. Awalannya dia sekolah di Sekolah Desa (SD) Beberapa puluh, Godean selanjutnya dia geser ke SD Pedes karena keluarganya geser ke Kemusuk, Kidul. Setelah itu ayahnya Kertosudiro mengalihkannya ke Wuryantoro. Beliau selanjutnya dititipkn serta tinggal bersama dengan Prawirohardjo seseorang mantri Tani yang menikah dengan adik wanita Soeharto.

Ditahun 1941 persisnya di Sekolah Bintara, Gombong di Jawa Tengah, Presiden ke-2 indonesia ini dipilih jadi Prajurit Telatan, semenjak kecil dia memang bercita-cita jadi seseorang tentara atau militer. selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 sesudah Indonesia merdeka, Dia selanjutnya sah jadi anggota TNI.

Soeharto Menikah Dengan Ibu Tien

Setelah itu Soeharto menikah dengan Siti Hartinah atau Ibu Tien yang disebut anak seseorang Mangkunegaran pada tanggal 27 Desember 1947 dimana usianya saat itu 26 tahun serta Siti Hartinah atau Ibu Tien berumur 24 tahun.

Dari pernikahannya selanjutnya dia dikarunia enam orang anak yakni Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra serta Siti Hutami Endang Adiningsih.

Masuk Militer

Jalan panjang serta berkelok dilaluinya saat meniti profesi militer dan profesi politiknya. Dalam bagian militer Soeharto mengawalinya dengan pangkat sersan tentara KNIL. Dari KNIL situ dia selanjutnya jadi Komandan PETA pada jaman penjajahan Jepang, kemudian dia memegang jadi komandan resimen berpangkat mayor selanjutnya memegang komandan batalyon dengan pangkat Letnan Kolonel.

Sejarah bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari momen yang diketahui jadi Serangan Umum 1 Maret 1949, itu adalah momen sebagai catatan penting dalam sejarah bangsa saat sah merdeka dari penjajahan bangsa Belanda sepanjang tiga 1/2 era. Banyak versus menjelaskan jika Fungsi Soeharto saat merampas Yogyakarta yang saat itu jadi Ibukota Republik Indonesia dalam Serangan Umum 1 Maret tidak dapat dipisah.

Arah dari serangan umum 1 Maret ialah memberikan di dunia internasional mengenai keberadaan dari TNI (Tentara Nasional Indonesia) saat itu dalam bela Bangsa Indonesia. Dalam kepemimpinannya, Soeharto sukses merampas kota Yogyakarta dari cengkraman penjajah Belanda pada saat itu.

Pada saat itu beliau jadi pengawal dari Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda saat itu beliau sebagai panglima Mandala yang dipusatkan di Makassar.

Soeharto Jadi Presiden Ke-2 Indonesia

Sesudah momen G-30-S/PKI kondisi politik dan pemerintahan Indonesia semakin lebih buruk, selanjutnya pada bulan maret 1967 dalam sidang spesial MPRS yang selanjutnya menunjuk Soeharto jadi Presiden Ke-2 Republik Indonesia yang gantikan Presiden Soekarno, dimana penetapan dikerjakan pada Maret 1968.

Soeharto jadi Bapak Pembangunan Indonesia

Hal itu dituangkan ke slogan kebijaksanaan ekonomi yang disebutkan dengan Trilogi Pembangungan, yakni kestabilan politik, perkembangan ekonomi yang konstan, serta pemerataan pembangunan. Dari keberhasilannya berikut hingga Presiden Soeharto selanjutnya dikatakan sebagai “Bapak Pembangunan”. Titik keruntuhan Soeharto, saat pada tahun 1998 dimana waktu itu adalah waktu kelam buat Presiden Soeharto serta masuknya waktu reformasi buat Indonesia, Dengan besarnya demo yang dikerjakan oleh Mahasiswa dan rakyat yang tidak senang akan kepemimpinan Soeharto.

Diluar itu semakin tidak terkendalinya ekonomi dan kestabilan politik Indonesia karena itu pada tanggal 21 Mei 1998 jam 09.05 WIB Pak Harto membacakan pidato “pernyataan berhenti jadi presiden RI” sesudah runtuhnya suport untuk dianya. Soeharto sudah jadi presiden Indonesia sepanjang 32 tahun. Sebelum ia mundur, Indonesia alami kritis politik serta ekonomi dalam 6 sampai 12 bulan awalnya. BJ Habibie meneruskan paling tidak satu tahun dari tersisa waktu kepresidenannya sebelum selanjutnya diganti oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1999. Keruntuhan Suharto menandai akhir waktu Orde Baru, satu rezim yang berkuasa semenjak tahun 1968 atau sepanjang 32 Tahun.

Wafatnya Presiden Soeharto

Presiden RI Ke-2 HM Soeharto meninggal dunia pada jam 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan jadi Bapak Pembangunan Nasional, itu wafat dalam umur 87 tahun sesudah dirawat sepanjang 24 hari (semenjak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Berita wafatnya Pak Harto pertama-tama diumumkan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Selanjutnya dengan sah Team Dokter Kepresidenan mengemukakan tayangan wartawan mengenai wafatnya Pak Harto pas jam 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta karena kegagalan multi organ.

Selanjutnya kira-kira jam 14.40, jenazah bekas Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP ke arah tempat tinggal di Jalan Cendana nomer 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengangkat jenazah Pak Harto disertai beberapa kendaraan keluarga serta kerabat dan pengawal. Beberapa wartawan menyerobot mendekat saat iringan kendaraan itu bergerak ke arah Jalan Cendana, menyebabkan seseorang wartawati tv tertabrak.

Di selama jalan Tanjung serta Jalan Cendana beberapa ribu warga menyongsong kehadiran iringan kendaraan yang bawa jenazah Pak Harto. Isak tangis masyarakat pecah demikian serangkaian kendaraan yang bawa jenazah bekas Presiden Soeharto masuk Jalan Cendana, kira-kira jam 14.55, Minggu (27/1).

Selain itu, Presiden RI saat itu yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dibarengi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta beberapa menteri yang tengah ikuti rapat kabinet hanya terbatas mengenai ketahanan pangan, meluangkan membuat temu wartawan sepanjang 3 menit serta 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden mengemukakan belasungkawa yang dalam atas wafatnya bekas Presiden RI Ke-2 Haji Muhammad Soeharto.

Biografi Lengkap Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie

https://huxford.home.blog/

Biografi Lengkap Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie

Huxford – Profile serta Biografi B.J Habibie. Dia salah satu tokoh contoh serta jadi kebanggaan buat beberapa orang di Indonesia, Habibie tidak hanya diketahui jadi orang paling pintar serta pakar pesawat terbang, Dia dikenal juga jadi Bekas presiden ke-3 Republik Indonesia.

Biodata B.J Habibie

  • Nama : Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Panggilan : Rudy
  • Lahir : 25 Juni 1936, Parepare, Sulawesi Selatan
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah), RA. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu).
  • Saudara Kandung : Junus Effendi Habibie, Alwini Karsum Habibie, Satoto Mohammad Duhri Habibie, Sri Sulaksmi Habibie, Sri Rahayu Fatima Habibie, Sri Rizki Habibie, Ali Buntarman, Suyatim
  • Abdurrahman Habibie
  • Istri : Hasri Ainun Besari Habibie
  • Anak :Ilham Besar, Thareq Kemal

Biografi B.J Habibie Singkat

Waktu Kecil

Nama selengkapnya ialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Dia dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau adalah anak ke empat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie serta RA. Tuti Marini Puspowardojo.

Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yakni Ilham Besar serta Thareq Kemal. Waktu kecil Habibie dilewati bersama dengan saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Karakter tegas berdasar pada prinsip sudah diperlihatkan Habibie semenjak kanak-kanak.

Habibie yang punyai kesukaan menunggang kuda serta membaca ini diketahui benar-benar pintar saat masih menempati sekolah basic, tetapi dia harus kehilangan bapaknya yang wafat pada 3 September 1950 sebab terserang serangan jantung waktu dia sedang shalat Isya.

Tidak lama sesudah ayahnya wafat, Ibunya selanjutnya jual rumah serta kendaraannya serta geser ke Bandung bersama dengan Habibie, seperginya ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya khususnya Habibie.

Sebab tekad untuk belajar Habibie selanjutnya tuntut pengetahuan di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai terlihat mencolok prestasinya, khususnya dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie jadi figur favorite di sekolahnya.

Masuk ITB serta Kuliah di Jerman

Sebab kecerdasannya, Sesudah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Tehnologi Bandung), Dia tidaklah sampai usai dari sana sebab beliau memperoleh beasiswa dari Menteri Pendidikan serta Kebudayaan untuk meneruskan kuliahnya di Jerman.

Sebab mengingat pesan Bung Karno mengenai utamanya perebutan Tehnologi yang berpikiran nasional yaitu Tehnologi Maritim serta Tehnologi Dirgantara disaat Indonesia pada saat itu masih berkembang.

Pada saat itu pemerintah Indonesia di bawah Soekarno santer membiayai beberapa ratus siswa pintar Indonesia untuk bersekolah di luar negeri menimba pengetahuan dari sana. Habibie ialah rombongan ke-2 antara beberapa ratus pelajar SMA yang dengan spesial dikirim ke beberapa negara.

Dalam biografi B.J Habibie, didapati Habibie selanjutnya pilih jurusan Tehnik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Pendidikan yang ditempuah Habibie di luar negeri bukan pendidikan pelatihan kilat tetapi sekolah sekian tahun sekalian kerja praktik.

Semenjak awal Habibie cuma tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ buat rakyat Indonesia sebagai inspirasi Soekarno saat itu. Dari situlah ada perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL serta diantaranya ialah IPTN.

Saat sampai di Jerman, Habibie telah berkemauan untuk sunguh-sungguh dirantau serta harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah serta kehidupannya seharian.

Beberapa waktu selanjutnya, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberi beasiswa penuh. Cuma beliaulah yang mempunyai paspor hijau atau swasta daripada teman-temannya lainnya.

Rumus Unsur Habibie

Rumus yang di dapatkan oleh Habibie dinamakan “Faktor Habibie” sebab dapat mengalkulasi keretakan atau krack propagation on acak sampai ke atom-atom pesawat terbang hingga dia di juluki jadi “Mr. Crack“. Pada tahun 1967, jadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Tehnologi Bandung. Dari tempat yang sama tahun 1965.

Penghargaan B.J Habibie

Kejeniusan serta prestasi berikut yang mengantar Habibie disadari instansi internasional salah satunya, Penghargaan Habibie diantaranranya ialah Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Instansi Penerbangan serta Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) serta The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Selain itu penghargaan bergensi yang sudah pernah dicapai Habibie salah satunya, Edward Warner Award serta Award von Karman yang hampir sama dengan Hadiah Nobel. Di negeri, Habibie mendapatkan penghargaan paling tinggi dari Institut Tehnologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

B.J Habibie Membuat Pesawat Terbang N250 Gatot Kaca

Di Indonesia, Habibie 20 tahun memegang Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, pimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. Pada tahun 1995, Habibie sukses pimpin pengerjaan pesawat N250 Gatot Kaca yang disebut pesawat bikinan Indonesia yang pertama.

Pesawat N250 perancangan Habibie saat itu bukan sebuat pesawat yang dibikin sembarangan. Dibuat demikian rupa oleh Habibie, Pesawat N250 ciptaannya telah terbang tanpa ada alami ‘Dutch Roll’ (arti penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) terlalu berlebih, tehnologi pesawat itu benar-benar hebat serta disiapkan Habibie untuk 30 tahun depan.

Habibie memakan waktu 5 tahun untuk lengkapi design awal. Pesawat N250 Gatot Kaca adalah hanya satu pesawat turboprop di dunia yang menggunakan tehnologi ‘Fly by Wire’.
Pesawat N250 Gatot Kaca telah terbang 900 jam menurut Habibie serta beberapa langkah masuk program sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration).

PT IPTN bahkan juga membuat spesial pabrik pesawat N250 di Amerika serta Eropa untuk pasar beberapa negara itu, walau pada saat itu banyak yang melihat sepele pesawat bikinan Indonesia itu terhitung beberapa golongan di negeri.

…Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka! – B.J Habibie

Habibie Jadi Presiden Republik Indonesia

Sesudah ditutupnya IPTN, Habibie yang saat itu masih memegang jadi Menteri Analisa serta Tehnologi (Menristek) selanjutnya diangkat jadi wapres Indonesia pada tanggal 14 maret 1998 mengikuti Soeharto dalam kabinet Pembangunan VII. Dia memegang jadi wapres cuma beberapa waktu saja sampai 2 mei 1998.

Gejolak politik hebat dan reformasi yang dituntut oleh warga Indonesia sampai puncaknya pada bulan Mei 1998. Lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 yang dibarengi pengumuman pengunduran dianya.

Hal tersebut membuat Habibie selanjutnya sah menggantikannya jadi Presiden Republik Indonesia. Beliau disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung jadi Presiden RI gantikan Soeharto jadi Presiden Republik Indonesia ke 3.

Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu pada Habibie berdasar Masalah 8 UUD 1945. B.J Habibie memegang jadi Presiden Indonesia ke-3 lebih dari setahun dari tanggal 21 mei 1998 sampai 20 Oktober 1999.

Pada saat itu, B.J Habibie mewarisi keadaan dimana Indonesia benar-benar kacau saat lengsernya Soeharto dimana banyak berlangsung keonaran dan jumlahnya daerah yang mengatakan ingin terlepas dari Indonesia.

Dalam pemerintahannya jadi Presiden, Habibie membuat banyak ketetapan penting. Diantaranya ialah melahirkan UU Otonomi wilayah. Dia melepaskan rakyat dalam beraspirasi hingga membuat banyak parpol baru banyak muncul.

Habibie sukses mendesak nilai mata uang rupiah pada dollar sampai di bawah 10 ribu walau sebenarnya saat itu nilainya sudah pernah sampai 15 ribu per dollar, dia melikuidasi beberapa bank yang memiliki masalah.

Biografi Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara

Biografi Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara

Biografi Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara

Huxford Biografi – Biografi Ki Hajar Dewantara – Pahlawan Indonesia. Tokoh di bawah ini diketahui jadi perintis pendidikan untuk warga pribumi di Indonesia saat masih juga dalam waktu penjajahan Kolonial Belanda. Tidak bingung beliau dipanggil jadi ‘Bapak Pendidikan Indonesia’

Biodata Ki Hajar Dewantara

  • Nama Komplet : Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
  • Nama Panggilan : Ki Hadjar Dewantara
  • Lahir : Yogyakarta, 2 Mei 1889
  • Meninggal dunia : Yogyakarta, 26 April 1959
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Pangeran Soerjaningrat (Ayah), Raden Ayu Sandiah (ibu)
  • Saudara : Soerjopranoto
  • Istri : Nyi Sutartinah
  • Anak : Ratih Tarbiyah, Syailendra Wijaya, Bambang Sokawati Dewantara, Asti Wandansari, Subroto Aria Mataram. Sudiro Alimurtolo.

Biografi KI Hajar Dewantara

Beliau adalah tokoh pendidikan indonesia dan seseorang pahlawan Indonesia. Tentang biografi serta profile Ki Hajar Dewantara sendiri, beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang selanjutnya kita mengenal jadi Ki Hadjar Dewantara.

Beliau sendiri lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889, Hari kelahirannya selanjutnya diperingati tiap tahun oleh Bangsa Indonesia jadi Hari Pendidikan Nasional. Beliau sendiri terlahir dari keluarga Bangsawan.

Dia adalah anak dari GPH Soerjaningrat, yang disebut cucu dari Pakualam III. Terlahir jadi bangsawan karena itu beliau memiliki hak mendapatkan pendidikan untuk beberapa golongan bangsawan.

Mulai Bersekolah

Dalam banyak buku tentang Biografi Ki Hajar Dewantara, Dia pertama-tama bersekolah di ELS yakni Sekolah Basic untuk beberapa anak Eropa/Belanda dan golongan bangsawan. Setelah dari ELS dia selanjutnya meneruskan pendidikannya di STOVIA yakni sekolah yang dibikin untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada saat kolonial Hindia Belanda.

Sekolah STOVIA sekarang diketahui jadi fakultas kedokteran Kampus Indonesia. Walau bersekolah di STOVIA, Ki Hadjar Dewantara tidaklah sampai tamat karena dia menanggung derita sakit saat itu.

Jadi Wartawan

Ki Hadjar Dewantara condong lebih tertarik di dunia jurnalistik atau tulis-menulis, ini dibuktikan dengan kerja jadi wartawan di sejumlah media massa pada saat itu, diantaranya, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, serta Poesara. Style tulisan Ki Hadjar Dewantara juga condong tajam menggambarkan semangat anti kolonial.

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya – Ki Hadjar Dewantara.

Tulisan itu selanjutnya menyulut kemarahan pemerintah Kolonial Hindia Belanda saat itu yang menyebabkan Ki Hadjar Dewantara diamankan dan dia diasingkan ke pulau Bangka dimana pengasingannya atas permohonannya sendiri.

Pengasingan itu mendapatkan protes dari rekan-rekan organisasinya yakni Douwes Dekker serta Dr. Tjipto Mangunkusumo yang sekarang ketiganya diketahui jadi ‘Tiga Serangkai’. Ketiganya selanjutnya diasingkan di Belanda oleh pemerintah Kolonial.

Masuk Organisasi Budi Utomo

Berdirinya organisasi Budi Utomo jadi organisasi sosial serta politik selanjutnya menggerakkan Ki Hadjar Dewantara untuk masuk didalamnya, Di Budi Utomo dia bertindak jadi propaganda dalam menyadarkan warga pribumi mengenai utamanya semangat kebersamaan serta persatuan jadi bangsa Indonesia.

Timbulnya Douwes Dekker yang selanjutnya ajak Ki Hadjar Dewantara untuk membangun organisasi yang bernama Indische Partij yang populer.

Di pengasingannya di Belanda selanjutnya Ki Hadjar Dewantara mulai bercita-bercita untuk memajukan kaumnya yakni golongan pribumi. Dia sukses memperoleh ijazah pendidikan yang diketahui dengan nama Europeesche Akte atau Ijazah pendidikan yang berprestise di belanda. Ijazah berikut yang menolong beliau untuk membangun lembaga-lembaga pendidikan yang akan ia bikin di Indonesia.

Di Belanda juga dia mendapatkan dampak dalam meningkatkan skema pendidikannya sendiri. Pada tahun 1913, Ki Hadjar Dewantara selanjutnya mempersunting seseorang wanita keturunan bangsawan yang bernama Raden Ajeng Sutartinah yang disebut putri paku alaman, Yogyakarta.

Tentang Biografi Ki Hajar Dewantara, Dari pernikahannya dengan R.A Sutartinah, beliau selanjutnya dikaruniai dua orang anak bernama Ni Sutapi Asti serta Ki Subroto Haryomataram. Sepanjang di pengasingannya, istrinya tetap mengikuti serta menolong semua pekerjaan suaminya khususnya dalam soal pendidikan.

Kembali Ke Indonesia serta Membangun Taman Siswa

Selanjutnya pada tahun 1919, dia kembali pada Indonesia serta langsung masuk jadi guru di sekolah yang dibangun oleh saudaranya. Pengalaman mengajar yang dia terima di sekolah itu selanjutnya digunakannya untuk bikin satu ide baru tentang cara edukasi pada sekolah yang dia dirikan sendiri pada tanggal 3 Juli 1922, sekolah itu bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang selanjutnya kita mengenal jadi Taman Siswa.

Di usianya yang naik usia 40 tahun, tokoh yang diketahui dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sah merubah namanya jadi Ki Hadjar Dewantara, ini dia maksudkan supaya dia bisa dekat sama rakyat pribumi saat itu.

Semboyan Ki Hadjar Dewantara

Dia juga membuat semboyan yang populer yang sampai saat ini digunakan di dunia pendidikan Indonesia yakni :

  • Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh).
  • Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat).
  • Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan).
Penghargaan Pemerintah Pada Ki Hadjar Dewantara

Setelah kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, Ki Hadjar Dewantara selanjutnya diangkat oleh Presiden Soekarno jadi Menteri edukasi Indonesia yang sekarang diketahui dengan nama Menteri Pendidikan. Karena jasa-jasanya, dia selanjutnya dianugerahi Doktor Kehormatan dari Kampus Gadjah Mada.

Diluar itu dia dianugerahi gelar jadi Bapak Pendidikan Nasional serta sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden Soekarno saat itu atas jasa-jasanya dalam meniti pendidikan bangsa Indonesia. Diluar itu, pemerintah memutuskan tanggal kelahiran beliau yaitu tanggal 2 Mei diperingati tiap tahun jadi Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hadjar Dewantara Meninggal dunia pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta serta disemayamkan di Taman Wijaya Brata. Muka beliau diabadikan pemerintah dalam uang pecahan sebesar 20.000 rupiah.

Biografi Lengkap Presiden Pertama Indonesia Soekarno

Biografi Lengkap Presiden Pertama Indonesia Soekarno

Biografi Lengkap Presiden Pertama Indonesia Soekarno

Huxford – Profile atau Biografi Soekarno. Beliau diketahui jadi Proklamator serta Presiden Pertama Indonesia. Dengan Mohammad Hatta, Soekarno yang diketahui jadi founding father atau Bapak Bangsa Indonesia. Soekarno adalah satu diantara figur yang banyak dikagumi di Indonesia sampai saat ini. Cerita sepak terjang sang proklamator serta presiden pertama Indonesia ini benar-benar menarik untuk dibaca. Tersebut profile serta Biografi singkat tentang Soekarno.

Biodata Ir. Soekarno

  • Nama Komplet : Dr. Ir. H. Soekarno
  • Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo
  • Nama Panggilan : Bung Karno, Soekarno, Pak Karno
  • Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901
  • Meninggal dunia : Jakarta, 21 Juni 1970
  • Orang Tua : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu),
  • Istri : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
  • Anak : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati

Biografi Soekarno Singkat

Ir Soekarno dilahirkan di Surabaya persisnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, sebab seringkali sakit yang mungkin karena disebabkan namanya tidak cocok karena itu dia selanjutnya bertukar nama jadi Soekarno.

Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo serta ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya berjumpa di Bali saat ayahnya jadi guru di Bali serta ibunya adalah bangsawan di Bali. Soekarno didapati mempunyai saudara atau kakak kandung wanita bernama Sukarmini.

Waktu Kecil

Tentang cerita hidup Presiden Soekarno, sewaktu kecilnya dia tidak tinggal dengan orang tuanya yang ada di Blitar. Dia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan juga sudah sempat bersekolah dari sana meskipun tidaklah sampai usai turut dengan orang tuanya pindahh ke Mojokerto.

Di Mojokerto, Soekarno selanjutnya di sekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya kerja disana jadi guru. Tetapi dia dipindahkan tahun 1911 ke ELS (Europeesche Lagere School) yang satu tingkat sekolah basic untuk disiapkan masuk di HBS (Hogere Burger School) di Surabaya.

Sesudah tamat serta bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno selanjutnya tinggal di dalam rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang disebut kawan dari ayah Soekarno.

Waktu Remaja Soekarno

H.O.S Cokroaminoto diketahui jadi pendiri dari Serikat Islam (SI). Di dalam rumah Cokroaminoto lah Soekarno berteman dengan beberapa pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim serta Abdul Muis.

Soekarno, Kartosuwiryo serta Muso

Dalam Biografi Soekarno yang banyak dicatat, disebut jika Soekarno akrab dengan Muso, Alimin, Darsono serta Semaun yang nantinya diketahui jadi tokoh berhaluan kiri. Dan Kartosuwiryo yang nantinya membangun Darul Islam serta pimpin pemberontakan menantang Soekarno, walau selanjutnya Soekarno sendiri yang tanda-tangani kesepakatan eksekusi mati pada Kartosuwiryo sebagai sahabatnya saat masih terbilang muda.

Mereka bersama tinggal di dalam rumah H.O.S Cokroaminoto untuk menimba pengetahuan serta belajar berorganisasi lewat Sarekat Islam (SI). Di sini jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia jadi besar sekali. Soekarno sempat juga turut dalam organisasi pemuda tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang selanjutnya beralih nama jadi Jong Java. Soekarno bahkan juga aktif jadi penulis di koran harian bernama Oetoesan Hindia yang diurus oleh Cokroaminoto.

Di dalam rumah Cokroaminoto, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan belajar menyampaikan pidato walau condong dia kerjakan sendiri di muka cermin di kamarnya. Di sekolahnya yakni Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan.

Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial

Dari keberanian Soekarno ini selanjutnya pemerintah kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta serta memasukkan ke penjara Banceuy di Bandung. Selanjutnya tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Senang Miskin. Dalam penjara ini keperluan hidupnya semua datang dari istrinya yang setia menemaninya yakni Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 yang awalnya Soekarno sudah menceraikan Siti Oetari secara baik-baik pada saat di Bandung. Inggit yang dibantu oleh kakak Soekarno bernama Sukarmini seringkali membawakan makanan pada Soekarno di penjara Senang Miskin, hal itu yang selanjutnya membuat pengawasan di penjara Senang Miskin semakin diperketat.

Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, dia diketahui belanda jadi seseorang tahanan yang dapat menghasut orang supaya berpikir untuk merdeka hingga dia selanjutnya dipandang cukup beresiko. Beliau selanjutnya diisolasi dengan tahanan elit maksudnya supaya tidak dapat memperoleh info yang berasal di luar penjara. Tahanan elit ini sejumlah besar adalah masyarakat Belanda yang memiliki masalah seperti penggelapan, korupsi dan penyimpangan.

Soekarno serta Pembelaan “Indonesia Menggugat”

Dalam sejarah presiden Soekarno, didapati jika kasusnya disidangkan oleh Belanda lewat pengadilan Landraad di Bandung, saat telah delapan bulan berlalu yakni pada tanggal 18 Desember 1930. Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama “Indonesia Menggugat” yang populer. Dimana dia mengutarakan jika bangsa Belanda jadi bangsa yang serakah yang sudah menindas serta merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Sesudah keluar dari penjara bulan desember 1931, Soekarno selanjutnya masuk dengan Partindo tahun 1932 sebab dia tidak mempunyai partai serta dia selanjutnya didaulat jadi pemimpin Partindo tetapi dia kembali diamankan oleh Belanda dan diasingkan ke Flores.

Presiden Pertama Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno serta Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal itu diperingati jadi Hari kemerdekaan bangsa Indonesia dimana pancasila selanjutnya dibuat oleh Soekarno jadi basic dari negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan berikut yang selanjutnya bawa Ir. Soekarno dengan Mohammad Hatta diangkat jadi Presiden serta Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah bangsa Indonesia.

Di luar figurnya jadi Bapak bangsa Indonesia, sedikit yang mengetahui bila Soekarno sudah pernah menikah sekitar sembilan kali, kharisma yang mengagumkan dipunyai oleh Soekarno lewat pembicaraan beberapa orang yang dekat dengannya. Itu kenapa wanita-wanita cantik bisa dengan gampang terpikat dengannya serta jadikan isterinya. Beliau tertarik dengan wanita yang simpel dan kenakan pakaian sopan. Istrinya yakni Fatmawati sudah pernah menanyakan pada presiden Soekarno tentang wanita yang berpenampilan seksi tetapi beliau menjawab jika wanita dengan tampilan yang sopan serta simpel dan tampil apa yang ada lebih menarik untuk disenangi karena kecantikan seseorang wanita kelihatan dari keaslian atau kesederhanaannya.

Soekarno tidak suka pada wanita yang berpenampilan seksi seperti menggunakan rok pendek yang ketat serta menggunakan lipstik seperti orang yang kekinian biasanya, yakin ataukah tidak artis Amerika Marylin Monroe benar-benar suka pada kharisma dari seseorang Presiden Soekarno. Wanita dambaan Soekarno yakni wanita yang setia, konservatif serta dapat juga mengawasinya. Beliau benar-benar suka saat wanita itu dapat melayaninya serta mengawasinya. Pandangannya mengenai wanita-wanita Amerika yang memerintah suaminya membersihkan piring membuat fatmawati jadi terpana dan kagum akan kesederhanaan dari seseorang Soekarno hingga fatmawati ikhlas menemaninya sampai akhir hayatnya.